Sampai kapan?
Air mataku hari ini tak berhenti-henti walaupun sudah ku paksa untuk berhenti. Membeku pun tidak. Aku tak tahu lagi harus diapakan air mataku agar berhenti. Tersedu-sedu sih tidak, tapi mengalir tanpa berhenti yang sangat aku sebal. Aku sudah bertekad tak akan menangisi orang seperti itu lagi, orang yang menginjak-injak perasaan ku tanpa henti, tanpa memikirkan apa yang kurasakan. Haruskah aku memberitahukan dirinya tentang hal ini? Kurasa tidak, tidak perlu lebih tepatnya. Yah, memang begitu adanya. Selalu menahan sendiri, meninggalkan arena dan terus menyendiri sampai aku puas.
Tapi sampai kapan ini terus menghujam jantungku???
set (c) KIRANA



0 comments:
Post a Comment